|
LEMBAH SEMBALUN DI LERENG GUNUNG RINJANI

Luas Desa sembalun Lawang
secara keseluruhan adalah 12.852 km persegi. Dengan luas daerah yang
seperti ini pemanfaatannya juga bermacam-macam, contohnya adalah
untuk Sawah dengan luas 524 ha yang digunakan untuk bertani oleh
penduduk desa, kebun 978 ha, pemukiman 74,59 ha, kuburan 5 ha, dan
selebihnya masih berupa hutan yang tidak digunakan oleh penduduk.
Secara keseluruhan, penduduk desa Sembalun Lawang merupakan penganut
agama islam. Tetapi dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat,
penduduk masih menggunakan kebiasaan yang dipakai sejak dulu,
contohnya adalah tidak boleh ngapel kerumah tetangga atau siapapun
diatas jam 11.00 malam, dan untuk hukumannya juga masih merupakan
hukuman kekeluargaan.
Hukumannya
dapat berupa peringatan secara lisan bila pertama kali
berbuat, apabila melakukan kesalahan lagi dihukum dengan sanksi
gotong royong, dan bila masih berbuat lagi dihukum dengan cara
direndam dikolam. Sebenarnya apabila melakukan kesalahan yang berat
orang yang membuat kesalahan tersebut dapat diusir dari desa, akan
tetapi menurut kepala desa hukuman tersebut masih dalam tahap
perencanaan, dan sampai sekarang belum ada yang mendapat hukuman
seperti itu.
Kebiasaan lain penduduk adalah menganggap sapi sebagai hewan yang
istimewa, mereka menganggap sapi adalah bank hidup bagi mereka,
karena dengan memiliki sapi, rezeki mereka akan lancar. Selain itu
mereka juga memiliki kebiasaan menandai sapi milik masing-masing
dengan membuat sayatan di kuping sapi mereka. Adapun jumlah sapi
didesa Sembalun Lawang secara keseluruhan berjumlah 2800 ekor.
Sebagai daerah yang berhawa sejuk, dan panorama alam yang indah
dibawah kaki gunung Rinjani, maka daerah ini sangat potensial untuk
dijadikan daerah wisata. Hal tersebut juga didukung oleh sikap
masyarakatnya yang ramah terhadap wisatawan yang datang. Didesa
Sembalun Lawang kita bisa melihat rumah adat, dan kesenian
tradisional yang disebut Gendang Belik. Selain itu hasik tenunan
desa Sembalun lawang juga kita peroleh disini.
|
|
|
|